by

4 Penyebab utama Busi Sepeda Motor Gampang Rusak

Misal aki dalam keadaan baru, tapi busi motor Anda nyaris soak. Apakah yang akan terjadi? Tentu saja motor jadi sulit berjalan. Apalagi ketika berjam-jam diguyur hujan. Soalnya untuk menjalankan kelistrikan pada sepeda motor, perlu pemantik yang masih oke. Pemantik inilah yang disebut dengan busi. Lalu, apa saja penyebab busi gampang rusak?

4 Penyebab utama Busi Sepeda Motor cepat Rusak

  1. Terjadi Korsleting

Momen korsleting pada motor terjadi pada jalur pengapian. Saat terjadi, biasanya menyebabkan motor langsung tidak bisa jalan alias mati total. Tentu sangat menjengkelkan jika motor tiba-tiba berhenti, padahal perjalanan masih jauh. Sedangkan di sekeliling tidak ada bengkel. Mau memperbaiki sendiri, belum ada ilmu teknisnya. Repot, kan?

Apabila korsleting sering terjadi, rupanya bisa menyebabkan kematian pada komponen lain. Mulai dari koil, spul, serta CDI. Cara mengatasinya bisa dengan mengamati jalur kabel yang ada. Apakah ikut terbakar atau tidak. Jika iya, segera perbaiki. Tapi kalau belum ada ilmu yang cukup, silakan panggil teknisi saja biar cepat ditangani sebelum kolaps.

  1. Penggunaan Bahan Bakar yang Salah

Hal ini bisa saja terjadi ketika membeli bahan bakar oplosan. Biasanya ada pada penjual eceran, meski tidak semuanya begitu. Maklum, saat ini sudah banyak warung yang mendirikan POM mini. Jadi, warung yang masih jual eceran perlu trik khusus agar bisa mendapatkan pembeli. Salah satunya dengan mengoplos bahan bakar dengan bahan lain.

Rupanya, penggunaan bahan bakar yang keliru bisa menyebabkan busi gampang rusak. Selain itu, ketika diisi bahan bakar lagi, penggunaannya jadi sangat boros. Kemungkinan lainnya proses pembakaran untuk menghasilkan tenaga dorong jadi kurang maksimal. Akibatnya, sistem kelistrikan sepeda motor juga akan terganggu.

Cara mengeceknya bisa dengan mengamati bagian elektroda busi. Biasanya, kalau penggunaan bahan bakar sudah terlalu boros, bagian elektroda busi tersebut jadi selalu basah. Cara mengatasinya dengan mengatur ulang setelan bahan bakar. Tragedi semacam ini umumnya terjadi pada motor yang menggunakan sistem karburator.

  1. Terjadi Kebocoran pada Kompresi Mesin

Kebocoran ini bisa menyebabkan kehilangan tekanan silinder pada ruang pembakaran atau yang sering disebut dengan combustion chamber. Jika tidak lekas ditangani, maka mesin motor Anda akan mudah ngempos. Begitu pula dengan sistem pembakaran. Energi hasil pembakaran tersebut tidak bisa menghasilkan tenaga dorong yang maksimal.

Efek lainnya tentu saja busi gampang rusak dan akhirnya mati total. Berhubung penyebab busi rusak ini cukup rumit, alangkah baiknya untuk segera bawa ke bengkel terdekat. Biar nanti pihak bengkel akan mengukur nilai kompresi mesinnya pakai compression tester. Langkah selanjutnya tinggal menunggu fungsi busi kembali normal.

  1. Kesalahan pada saat Memasangnya

Kerusakan pada busi juga bisa disebabkan oleh pemasangan yang kurang pas. Hasilnya, pemantik api ini tidak bisa bekerja secara maksimal. Hal ini bisa terjadi karena pemasangannya terlalu longgar atau tidak sesuai dengan prosedur. Khususnya yang ada pada jalur baut. Oleh karena itu, periksa kembali sebelum mengengkol motor, ya.

Kelihatannya masalah seperti ini sangat sederhana, kan? Tapi dampaknya tak sesederhana itu. Apabila fungsi busi tidak bisa bekerja secara maksimal, rupanya bisa menyebabkan gangguan lain. Salah satunya tenaga motor jadi mudah terengah-engah. Kemudian gampang mati di tengah jalan, padahal sudah dipanaskan sebelumnya.

Tak bisa dipungkiri, bahwa fungsi busi untuk sepeda motor itu sangat vital dan subtil. Rusak sedikit saja bisa menyebabkan tenaga mesin jadi semaput. Kalau tidak beruntung, bisa-bisa motor Anda nyungsep di pinggir jalan jika tidak lekas ditangani. Tak ada salahnya untuk mempelajari perihal perbaikan busi mulai sekarang. Siapa tahu nanti ada tugas ke luar kota.

News Feed