by

Tak Cukup dengan ‘Mesin Bandel’, Mitsubishi Gagas Sistem Ramah Lingkungan

Tipe kendaraan niaga biasanya digunakan untuk usaha, baik angkutan barang maupun angkutan masyarakat. Penjualan kendaraan niaga sering menjadi indikator dunia bisnis sebab tipe kendaraan niaga termasuk yang paling luas ragamnya. Pada sektor industri otomotif, berbagai ragam merek mulai dari jenis minibus, double cabin, pick up, truk kecil, truk besar, serta bus.

Mobil niaga biasanya dipilih oleh para pengusaha toko, meubel, pertambangan, dan lain-lain sebagai kendaraan operasional. Fungsi utama mobil ini mengacu pada ketangguhan dalam menganggut beban demi memperlancar mobilitas bisnis. Selain digunakan untuk kepentingan bisnis, mobil niaga juga berperan besar dalam membantu petani di pedesaan dalam mengangkut hasil panen. Agar terpenuhi segala kebutuhan tersebut, mobil niaga tentunya harus memilihi kriteria khusus. Kendaraan niaga terbaik biasanya memiliki mesin yang ‘bandel’, irit bahan bakar, kuat mengangkut beban, dan ramah lingkungan.

Salah satu yang membuat kendaraan niaga irit bahan bakar adalah dengan adanya program pencampuran 20% biodiesel dengan 80% bahan bakar minyak jenis solar yang disebut B20. Bahan bakar ini digadang lebih irit dan memiliki performa pembakaran yang bagus dibanding solar biasa karena B20 memiliki angka Cetane (CN) 50, sedangkan angka CN Solar biasanya hanya 48.

Cetane (CN) adalah indikator kecepatan pembakaran, angka CN yang lebih rendah membutuhkan waktu lebih banyak untuk pembakaran, sehingga menjadi lebih boros dibandingkan dengan solar dengan CN yang lebih tinggi.

Jenis sektor yang wajib menerapkan B20 diantaranya usaha mikro, usaha perikanan, usaha pertanian, transportasi dan pelayanan umum, serta transportasi komersial dan pembangkit listrik. Pemberlakuan program B20 merupakan salah satu cara pemerintah dalam upaya menjamin ketahanan stok BBM ramah lingkungan di pasaran.

Salah satu kendaraan niaga yang sudah menerapkan program B20 adalah truk Mitsubishi model terbaru, yaitu Mitsubishi Fighter. Mitsubishi Fighter dirancang agar bisa beradaptasi dengan pilihan bahan bakar Biodiesel 20 (B20) karena telah dilengkapi dengan saringan udara ganda. Fighter merupakan penerus dari truk medium Mitsubishi sebelumnya, yakni Fuso.

News Feed